Study in Australia — Cerita Jujur dari yang Sudah Menjalani
Aku Erick Octavian, founder EnglishSantuy. Ini bukan brosur agen — ini pengalaman nyata soal tinggal, kuliah, kerja part-time, dan bangun networking di Australia.
"Study in Australia bukan soal gengsi. Ini investasi 3–5 tahun yang bisa balik modal berkali-kali lipat — kalau kamu siap secara bahasa, mental, dan finansial."
— Erick Octavian, Founder EnglishSantuy
4 Hal yang Bakal Kamu Jalani
Dari pengalaman pribadi Erick — semua ini saling terkait. Lemah di satu sisi, tiga sisi lain ikut goyang.
Tinggal & Hidup
Awalnya aku share house sama sesama student — hemat sewa, dapat teman baru, cepet adaptasi budaya. Australia rapih, aman, transportasinya gampang, dan makanan Asia gampang dicari.
Kuliah & Kampus
Sistem belajarnya diskusi, bukan hafalan. Dosen fokus ke problem-solving. Kalau bahasa Inggrismu belum siap, semester pertama bakal capek — makanya persiapan English sebelum berangkat itu wajib.
Kerja Part-Time
Student visa boleh kerja 48 jam per 2 minggu saat kuliah. Aku mulai dari kitchen hand & barista — upahnya dihitung per jam sesuai Fair Work. Cukup buat nutup living cost kalau kamu disiplin.
Networking
Networking di Australia beda — santai tapi profesional. Ikut klub kampus, komunitas Indonesia (PPIA), LinkedIn lokal, dan event industri. Banyak part-time berubah jadi kerja full-time karena orang percaya sama attitude-mu, bukan CV-nya doang.
Reality Check
Angka-angka yang wajib kamu tahu sebelum bilang "aku mau ke Australia".
Langkah-Langkah Versi Erick
Urutan yang aku sarankan buat pejuang dolar Indonesia yang serius ke Australia:
- 1
Perkuat English sampai level PTE/IELTS aman — ini gerbang utama, jangan kompromi.
- 2
Pilih jurusan yang nyambung sama peluang kerja di Australia (health, IT, trade, teaching, engineering).
- 3
Hitung total biaya real: tuition + AUD 24.505 living + tiket + insurance (OSHC).
- 4
Siapkan bukti dana & dokumen GTE (Genuine Temporary Entrant) yang jujur & konsisten.
- 5
Setelah tiba: cari share house, apply TFN, buka rekening bank, mulai lamar part-time dari minggu pertama.
- 6
Bangun networking sedini mungkin — ini yang bikin karir kamu naik pesat setelah lulus.
Kenapa English Dulu, Bukan Agen Dulu?
- Semua kampus & visa nolak kalau English kamu di bawah standar — no negotiation.
- Kerja part-time butuh conversational English yang lancar, bukan grammar textbook.
- Networking gagal kalau kamu nggak PD ngobrol dalam bahasa Inggris santai.
- Bahasa yang bagus = confidence = peluang PR & full-time job jauh lebih besar.
Serius Mau ke Australia?
Isi Filter Awal Calon Student di dashboard — gratis, cuma 2 menit. Kamu langsung dapat Assessment ID + status kesiapan finansial. Wajib login dulu ya.
